Enterpreneurship : Sekolah Kehidupan (part 1)


saya membaca suatu kutipan dari New York Best Selling Author – Kevin Kruse. sangat menarik sekali yaitu. 

“Life isnt about Getting and Having, It’s about Giving and Being.”

dengan pemikiran singkat dan sempit kita manusia sering berfikir: gimana saya mau sharing mau memberi mau melayani kalau saya sendiri aja hidupnya sulit (duh amit2 tok tok yaa jangan sampeee ini keucap di mulut hati dan fikiran)…. 

memberi [value].

 juga mengingatkan saya ketika hadir langsung di seminar John C Maxwell (himself, alive), bahwa Setiap harinya bila kita ingin hidup bahagia selalu fikirkan apa yg bisa kita berikan secara “nilai tambah lebih” atau “added value” dari diri kita kepada siapapun atau situasi apapun hal yg kita temui atau hadapi. 

sesimple sebuah senyum. sesimple sebuah bantuan ketika kita melihat ada orang yg merasakan kesulitan ataupun tanpankesulitan apabila kt lakukan org tersebut akan merasa teringankan.

Memberi sangat menjadi berat sebelum dilakukan dan SEKETIKA menjadi menyenangkan setelah dilakukan.

Memberi Ilmu adalah (menurut saya) hal yg paling ultimate dalam hal memberi. karena dari ilmu yg baik dan benar tentunya, akan mendatangkan berbagai banyak kebaikan lainnya yg akan teruus berlipatganda terduplikasi membangun rantai nilai kebaikan yg tidak terhingga. itulah keajaiban dan kekuatan dari Ilmu dan membagikan ilmu. yang memberikan akan bertambah meski sudah dibagi, dan seterusnya.

Ilmu mendatangkan hal kebaikan lainnya termasuk materi. dengan ilmu yg bobotnya untuk mendapatkan materi maka materi yg didapat debgan ilmu yg baik dan terus bertumbuh juga akan tidak lekang oleh waktu. beda dengan harya atau materi yg didapat dengan cara2 tanpa ilmu atau usaha yang hadir dari ilmu yg didapat sebelumnya tersebut. karena Uang/ Materi, dapat begitu saja hilang.

 Tanpa ilmu yg tepat untuk mendapatkan, mengelola dan mengembangkannya utk kebaikan lainnya apalagi untuk menjadi jalan rezeki bagi yg lainnya, maka ia akan menjadi begitu cepat sirna karena uang / materi tanpa nilai ilmu dibaliknya.
so inilah yg saya temui akhir2 ini dari bisnis yg baru saja saya bangun lebih dari 2 tahun ini. saya temukan ada suatu pola yg dibangun oleh para suksesor di bisnis ini yg mendunia bahwa pola ini mudah diikuti, dipelajari namun selalu tidak mudah untuk mempelajari, mempraktekkan, mempelajarinya kembali dengan komitmen besar dan konsistensi yang tinggi.

Berproses mendapatkan ilmu

butuh hati seluas samudra dan serendah dasar lautan untuk membiarkannya melalui proses kelelahan, kesombongan, keegoan…. hanya yg paling bertahan belajar lah yang akan menang.

saya kini sangat percaya bahwaketika ilmu pengetahuan bertumbuh, uang hanyalah sesuatu yg mengikuti. so bukanlah uang fokus kemana kt mengarah dalam prosesnya namun ilmu bagaimana supaya kita bertahan memperbaiki diri, menambah ilmu kapasitas kita, action mempraktekkan ilmu tersebut, melakukan perbaikan, kembali belajar lagi, mempraktekkannya lagi … naik ke proses berikutnya … membagikan ilmu yg sudah menjadi rangkaian cerita tersebut kepada orang lain, melakukan proses berikutnya …. inilah wisdom penarikan kesuksesan yg terbaik yg pernah ada. 

Tidak terbayang buat saya proses bekerja mencari uang menggunakan modal fikiran dan apa yg kita tau dari kemarin saja , dari bangku sekolah saja, merasa sudah tau semuanya …. pantas saja hanya 5% saja populasi dunia yg sukses berbisnis.95% memilih untuk kembali ke zona nyaman karena sesungguhnya proses belajar kehidupan ini terlihat mudah, namun tidak semua orang mau menjalankan. kebanyakan orang 95% populasi ingin melihat uangnya dulu baru mau belajar, mau hasil instant tidak mau berproses mengembangkan kapasitas, investasi leher ke atas, “bayar” harga didepan layaknya orang tua kita membayarkan sekolah hingga kuliah tanpa tau apakah hasilnya akan terbayarkan atau tidak, hanya satu keyakinan orang tua kita, yaitu: Ilmu akan menjadikan anak2 mereka lebih baik, lebih bahagia, menjadi orang yg pintar, disegani, dihormati, kaya raya dan masuk syurga. hehehe….

Lacking of resource: Unwillingness,  Tidak Mau bukan tidak Mampu.

semoga sedikit pembelajaran AHA moment terbesar saya dari bisnis yg sedang saya bangun saat ini.

tidak semua bisnis memberikan lingkungan kondusive utk pebisnisnya mendapatkan, mengakses ilmu dengan tatanan yg baik, kemudahan, practicability yg tinggi, proven impact of learning process, flow process yang teruji, kemudian menyediakan juga lingkungan untuk membagikan ilmu tersebut.

membangun ekosistem sharing and giving, Giving and Being dalam suatu lingkup environment business tidak pernah menjadi sesuatu yg mudah. 

so lagi lagi saya sangat bersyukur, Tuhan membiarkan saya bertemu dengan peluang bisnis ini, dan membukakan hati saya untuk menjadi bagiannya. 

memang tidak pernah mudah menjinakkan ego hati manusia untuk terus komitmen dan konsisten berbagi, belajar, berbagi dan belajar kemudianmenjadi lebih baik, menjadi lebih baik menjadi lebih baik lebih baik dan lebih baik. Giving and Being. 

ellie

the LavishLearner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s